Ketua dan Sekretaris terpilih
ACTA DIURNA, Manado - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) komisariat Politeia Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), sukses menggelar Musyawarah Komisariat (Muskom) yang dirangkaikan dengan pemilihan pemimpin baru.
Terlaksana di Student Center GMKI, Prayer Paruntu dan Imanuel Kawengian terpilih sebagai Ketua Komisariat (Kekom) dan Sekretaris Komisariat (Sekom) yang baru, Selasa (11/01/2022).
Prayer Paruntu menuturkan langkah utama yang akan diaktualisasikan, yakni menggelar peribadatan serta implementasi visi-misinya.
"Langkah awal yang saya lakukan sebagai ketua komisariat adalah melakukan peribadatan bersama seluruh kader via daring maupun luring sekaligus pendataan non-formal kader aktif komisariat politeia dan juga melakukan implementasi visi-misi," ungkap Prayer.
Ia memastikan organisasi ini akan tetap berjalan walau berproses pada situasi pandemi. Meski kegiatan hingga pertemuan yang akan dilaksanakan kedepan tak sepenuhnya dilakukan secara tatap muka.
"Saya pastikan roda organisasi akan tetap berjalan lancar walaupun di masa pandemi karena kesatuan hati yang dimiliki oleh setiap kader, perpaduan antara pertemuan langsung dan pertemuan daring di setiap kegiatan kedepan itulah yang akan menjadi tolak ukur roda organisasi akan berjalan lancar ataupun tidak," jelas kekom.
Melihat antusiasme para kader di muskom, Prayer percaya roda organisasi akan tetap berjalan.
"Berkaca dari musyawarah komisariat kemarin hari, antusiasme daripada kader komisariat sangatlah besar karena itulah saya percaya roda organisasi akan tetap berjalan," tuturnya.
Guna mengasah intelektualitas kader, Prayer memaparkan beberapa program prioritas.
"Ada tiga program prioritas, dalam hal keimanan kader program prioritas kami adalah Pendalaman Alkitab. Dari segi intelektualitas kader program prioritas kami adalah BALDIKSI (Baca,Tulis,Diskusi).
Dalam hal pengabdian, program prioritas kami adalah Bakti Sosial," tutur Prayer.
Menyadari bahwa organisasi ini sebagai wadah pelayanan dan pengkaderan, kekom berharap para kader memiliki kesadaran akan tanggung jawab dan peran dari tiap mereka.
"Sebagai organisasi pelayanan sekaligus organisasi pengkaderan, Kader GMKI pada umumnya dan Kader komisariat politeia pada khususnya haruslah memiliki kesadaran yang telah purna tentang tugas tanggung jawabnya bagi gereja, perguruan tinggi dan masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, selaku Demisioner pada kepemimpinan sebelumnya, Brayen Sengkey menyerahkan amanat kepemimpinan untuk mengembangkan organisasi tanpa terlepas dari tugas dan tanggung jawab sebagai mahasiswa.
"Kepada Penanggung Jawab komisariat masa bakti 2022-2023 juga kepada seluruh kader agar supaya tetap menjaga Api Gerakan kita tampa meninggalkan tugas dan tanggung jawab sebagai mahasiswa ada banyak evaluasi yang telah diilalukan dalam musyawarah ini guna perkembangan organisasi," jelasnya.
Brayen menambahkan, "Tentunya kita secara pribadi bisa melihat hak mana yang layak dipertahankan, juga sebaliknya mana yang perlu di asa lagi," sambungnya.
Demisioner pun menyematkan pesannya pada Penanggung Jawab komisariat yang baru agar bisa menjadi pemimpin untuk semua.
"Memperhatikan Tiga Medan Layan GMKI. Gereja, Mahasiswa, Kampus, spesifik kepada Penanggung Jawab Komisariat Baru agar supaya bisa menjadi Pemimpin untuk semua. Bertolong-tolong lah kita semua. Shallom, Ut Omnes Unum Sint," pesan Brayen.
Diketahui, walau kegiatan Muskom dilaksanakan pada waktu pandemi, Brayen menyampaikan "Jalannya muskom sesuai target yang dibuat tim kerja. Berjalan kondusif sampai dengan selesai, penuh dinamika tapi yang membangun. Sekalipun muskom ini berjalan dalam suasana yang seperti sekarang ini (pandemi) tapi semangat kader-kader yang mendaftarkan diri dan mengikuti luar biasa.
Melihat antusiasme para kader, Brayen menyebutkan hal ini sebagai bukti bahhwa ada beban besar yang dirasakan bersama Kader Politeia untuk melibatkan diri dalam gerakan.
"Sekitaran 100 lebih kader dengan 97 peserta penuh yang menghadiri muskom kali ini. Menjadi bukti bahwa ada beban yang besar yang dirasakan bersama kader-kader politeia untuk melibatkan diri dalam gerakan kita ini," tandasnya.
Diketahui, Muskom terlaksana selama dua hari, Selasa (11/01/2022) - Rabu (12/01/2022).
Reporter: Yonatan Piri
Editor: Anatasya Patricia
Comments
Post a Comment