Tepat di malam hari itu
Gelap gulita di balik hujan yang deras
Kita berdua tanpa di temani bulan dan bintang
Apakah dia tetap teman ?
Ketika kita beranjak dewasa
Kau pasti takut tidak ada yang bisa menemanimu
Jika kau hanya menangis dalam diam
Dan berbalik untuk mencari hujan.
Apakah bulan dan bintang tetap teman ?
Malam sunyi ketika bulan dan bintang pernah ada di waktu itu....
Kita berdua menatapnya dan tertawa jika mengingat masa lalu yang cukup lucu jika di ceritakan di hubungan hanya teman.
Di saat kesunyian dan canda....
Aku hanya Bisa mengatakan OH... betapa indahnya hari ini....
Bulan dan bintang tersenyum dan ceria saat itu
Tapi ada di mana perasaan yang menggebu ingin aku pertanyakan
Kamu belum tentu bisa menjawab dengan tegas dan tersenyum, di dalam pikiranku.....
Dan tiba di mana hari bulan dan bintang menyaksikanku untuk mempertanyakan kepadamu
Apakah kau mencintaiku ?
Matamu yang sungguh indah jika aku menatapmu
Bibir yang cukup merah berada di hadapanku
Keduanya berkata.....
Kamu hanya teman terbaikku
Di mana aku menganggap bulan dan bintang sebagai teman
Di situ juga kau menganggap aku sebagai teman....
Apakah bulan dan bintang tetap teman ?
Di mana dan di saat dia hadir , Aku menciptakan hujan dimataku, karena hanya kata sebagai teman darimu...
Aku pergi dari kedewasaanku
Aku menangis dalam diam....
Dan berbalik mencari hujan ....
Dan tetap aku akan mencari bahwa
Bulan dan bintang semuanya teman.
Basten
Comments
Post a Comment