Puisi : Bulan dan Bintang (Semuanya Teman)

 

 
Foto Penulis, Basten (nama pena)

Tepat di malam hari itu

Gelap gulita di balik hujan yang deras

Kita berdua tanpa  di temani  bulan dan bintang

Apakah dia tetap teman ?

 

Ketika kita beranjak dewasa

Kau pasti takut  tidak ada yang bisa menemanimu

Jika kau hanya menangis dalam diam

Dan berbalik untuk mencari hujan.

 

Apakah bulan dan bintang tetap teman ?

Malam sunyi ketika bulan dan bintang  pernah ada di waktu itu....

Kita berdua menatapnya  dan tertawa jika mengingat masa  lalu yang cukup lucu jika di ceritakan di hubungan hanya teman.

Di saat kesunyian dan canda....

Aku hanya  Bisa mengatakan OH... betapa indahnya hari ini....

Bulan dan bintang  tersenyum dan  ceria saat itu

 

Tapi ada di mana  perasaan yang menggebu ingin aku pertanyakan

Kamu belum tentu bisa menjawab dengan tegas dan  tersenyum, di dalam pikiranku.....

Dan tiba di mana hari bulan dan bintang menyaksikanku untuk mempertanyakan kepadamu

 

Apakah kau mencintaiku ?

 

Matamu yang sungguh indah jika aku menatapmu

Bibir yang cukup merah berada di hadapanku

Keduanya berkata.....

Kamu hanya teman terbaikku

 

Di mana aku menganggap bulan dan bintang sebagai teman

Di situ juga kau menganggap aku sebagai teman....

Apakah bulan dan bintang tetap teman ?

Di mana dan di saat dia hadir , Aku menciptakan hujan dimataku, karena hanya kata sebagai teman darimu...

 

Aku pergi dari kedewasaanku

Aku menangis dalam diam....

Dan berbalik mencari hujan ....

Dan tetap aku akan mencari bahwa

Bulan dan bintang semuanya teman.

 

Basten

Comments