Dokumentasi kegiatan (Foto ist)
ACTA DIURNA, Manado - Merdeka hanyalah sebuah jembatan, walaupun jembatan emas, di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis!
Demikian kutipan dari Bung Karno yang dijadikan landasan berjalannya kegiatan pengabdian pada masyarakat dari Biro Kajian Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Swaradika Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
Agenda yang terealisasi pada Rabu (01/12/21) ini bertujuan untuk bersentuhan dan memperhatikan langsung masyarakat, serta sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok pra-sejahtera yang sangat identik dengan masyarakat kecil atau kaum yang terpinggirkan oleh kebijakan pemerintah.
Febrianto Arifin selaku ketua biro kajian memaparkan, kegiatan sudah direncanakan sejak lama dengan landasan untuk bisa memfasilitasi masyarakat kecil dan pedagang kaki lima yang ingin menyampaikan harapan dan itikad mereka terhadap dampak dari kebijakan pemerintah.
"Segala kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam keadaan ini, dengan besar harapan untuk tidak memarjinalkan para pedagang kaki lima yang sehari-hari hanya dapat menggantungkan hidupnya pada hasil jualan mereka," ujar mahasiswa aktif semester 5 tersebut.
Kegiatan dihadiri oleh anggota Komisariat GMNI Swaradika Fispol Unsrat dalam hal Biro Kajian dengan jumlah 7 orang.
Berjalannya kegiatan dimulai sekitar jam 15.00-18.00 WITA dan berlangsungnya kegiatan yaitu disekitar kawasan pusat niaga 45, dimulai dari tugu Zero Point.
Peliput : Meiling K. Siape
Editor : Louis Lolong

Comments
Post a Comment