Bercerita asa pada langit di ujung biru
Mata tertungkup pada malam seribu abad
Nelangsa rakyat bertutur sedih
Merangkak pada ketumpahan darah yang membanjiri
Tirai kebusukan terbuka separuh
Pencurian besar-besaran tak tahu malu
Dari kalangan menteri yang menjadi benalu
Membuat rakyat mati satu persatu
Dosa siapa, dosa siapa, dosa siapa?
Di langit subuh
Burung kacer berseru pada merpati
Merpati berseru pada kenari
Kenari berseru pada gagak
Gagak berseru pada elang
Tolong.. kami diporak-porandakan 3x
Teriak rakyat di pagi buta, berdoa dan tersungkur
Manusia bertabur serakah
Mati dalam kepayahan, yang tak teringat
Ruang-ruang gunung menyempit dan bertanya
Siapa dan bagaimana akhirnya?
Hingga kembali tanpa busana
Tanpa pikiran, mereka habis karena uang
Lampu-lampu laut bercerita kesal pada ombak
Bertanya ia
Untuk siapa dan kemana?
Hingga kembali tanpa apa-apa
Tanpa siapa-siapa, mereka habis karena uang
Tiang-tiang langit mengutuk dari atas
Bertanya dan menggerutu
"Kenapa dan untuk apa, sialan!"
Hingga kembali tanpa kenapa
Hampa, mereka habis karena uang
Mati sia-sia
Tuan, tuan, tuan, Tuhan.
Yang agung dan tak tertandingi
Yang adil dan lagi mencintai keadilan
Yang Indah dan yang lagi memperindah
Lihatlah aku mengadahkan tangan
Akulah budak yang membudakkan diri
Akulah hamba yang menghambakan diri
Memohon dan sekali ini sedikit memaksa
Mataku buta tertumpah darah
Dari darah yang jatuh dari atas
Entah siapa yang dipanggil
Lalu tubuhnya diperas keras
Mataku buta tertumpah darah
Aku buta tapi menyaksikan kekejian mereka menyala dalam nyata
Rakus, rakus, rakus
Memakan habis tubuh bumi dan meminum darah rakyat
Mataku buta tertumpah darah
Manusia-manusia itu melihat tapi pura-pura buta
Sakit-sakit tapi di paksa harus baik-baik
Lalu berujung dimakamkan dalam sunyinya data-data yang kabur
Mataku buta tertumpah darah
Menyaksikan kenyataan berwarna merah
Setiap kita merasa gerah
marah-marah itu hangus di neraka
Mataku buta tertumpah darah
Dari darah tumbal serakah
Entah siapa, kenapa dan bagaimana bisa
Mantara; Binasa binasa binasalah mereka.
Comments
Post a Comment