KKT 128 Unsrat Posko Talaud Gelar Webinar Covid-19 Varian Delta dan Pentingnya Vaksinasi

dr. Osi Saat Memberikan Materi.

ACTA DIURNA, Talaud - Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Angkatan 128, Posko Talaud, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, menggelar Webinar dengan tema "Covid-19 Varian Delta dan Hal-Hal Penting Mengenai Vaksin Covid-19” via Zoom Meeting. Sabtu (28/8/21).

dr. Osi Yustitit Soegitarianto mengatakan bahwa Covid-19 varian Delta dapat menimbulkan gejala yang berbeda pada setiap orang, baik itu bersifat ringan maupun berat.

“Covid-19 varian Delta bisa menimbulkan gejala yang berbeda pada setiap orang. Beberapa gejala Covid-19 akibat infeksi virus Corona varian Delta ini juga bisa bersifat ringan dan berat. Gejala Covid-19 varian Delta berupa, demam, pilek, sakit kepala dan sakit tenggorakan. Juga mungkin akan menimbulkan gejala umum Covid-19 lainnya seperti, batuk, sesak nafas, kelelahan, anosmia, nyeri otot serta gangguan pencernaaan,” katanya.

dr. Osi juga menjelaskan bahwa orang yang berusia dibawah 50 tahun dan belum divaksinasi Covid-19 rentan terkena varian Delta. Dia menghimbau agar semua masyarakat menaati protokol kesehatan guna mencegah penularan virus ini.

“Orang berusia dibawah 50 tahun dan orang yang belum divaksinasi Covid-19 merupakan orang yang rentan terkena varian Delta. Cara mencegah penularan Covid-19 varian Delta yaitu dengan pakai dua masker, terapkan 5M, kurangi mobilitas diluar rumah dan lakukan vaksinasi," jelasnya.

Menurut dr. Osi, vaksinasi ini dilakukan dengan harapan dapat menurunkan penyebaran dan resiko kematian akibat Covid-19.

“Tujuan vaksinasi Covid-19 adalah untuk menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) untuk mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, dan menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi," tutur dr. Osi.

Selain itu, dr. Osi mengungkapkan bahwa terdapat lebih dari seratus (100) kandidat vaksin. Namun hingga saat ini hanya tujuh (7) jenis vaksin yang digunakan.

“Ada lebih dari 100 kandidat vaksin dalam pengembangan, namun baru 7 vaksin yang sudah digunakan untuk masyarakat,” tutupnya.

Diketahui webinar ini diikuti 95 partisipan dan berlangsung pada pukul 17.00 – 18.35 WITA.

Peliput : Ekleysia Werot

Editor : Lady A. Rumondor/Christy Tamanampo

Comments