Bahas Pandangan dan Penanganan Covid-19 Tahun 2021, KKT Posko Tomohon 1 Undang Dr. Deanette Aling

 
dr. Deanette saat pemaparan materi.

Acta Diurna, Tomohon - Sejak Covid-19 masuk ke Indonesia, pemerintah sudah merilis berbagai kebijakan untuk menekan angka terjangkit Covid-19. Dimulai dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hingga Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang masih berlaku saat ini.

Mahasiswa Kuliah Kerja Terpadu (KKT) 128 Posko Tomohon 1 mengundang dr. Deanette Michelle Rosemary Aling sebagai pembicara Webinar "Pandangan dan Penanganan Covid-19 di Tahun 2021" yang berlangsung via daring. Sabtu (28/8/21).

dr. Deanette mengatakan Indonesia menyumbang 2% angka terkonfirmasi di dunia. Angka yang begitu besar untuk 1 negara dan dia menyebutkan rincian kasus terkonfirmasi pada 26 Agustus. 

"Untuk jumlah kasus Corona di Indonesia per Kamis 26 Agustus 2021, mencapai 4.043.736 orang. Kasus kematian akibat Covid-19, 130.182 jiwa. Jika dibandingkan dengan kasus terkonfirmasi Covid di dunia, kira-kira angkanya Indonesia menyumbang 2% kasus terkonfirmasi. Begitu besar untuk hanya satu negara," tegasnya.

Peserta saat mengikuti webinar.

dr. Deanette pun menjelaskan fakta yang menarik bahwa resiliensi orang Indonesia rendah, masyarakat Indonesia pesimis ketika diperhadapkan dengan situasi yang tertekan.

"Resiliensi orang Indonesia tergolong rendah karena mereka cenderung tidak tahan terhadap tekanan atau rasa sakit serta memiliki rasa pesimis ketika mengalami situasi yang menekan. Ini merupakan fakta yang menarik,” jelasnya.

Ia mengungkapkan PPKM efek positif masyarakat menurun karena aktivitas sosialnya berkurang namun orang Indonesia mempunyai daya fleksibilitas yang tinggi (ketahanan).

“Sejak awal mula pandemi, pemerintah sudah mengeluarkan aturan untuk tinggal di rumah seperti sekarang, PPKM. Dengan adanya pembatasan ini, orang cenderung efek positifnya menurun karena aktivitas sosialnya berkurang,” ungkap Deanette dokter Rumah Sakit Siloam Manado.  

"Emosi dari masyarakat Indonesia dapat terganggu sehingga mengakibatkan beberapa dari kita terkena depresi ringan dan ketika emosi kita terganggu, terkadang dapat mempengaruhi fisik kita (Psikosomatis) apa yang kita pikirkan terkadang dapat mempengaruhi tubuh kita, tetapi orang Indonesia mempunyai daya fleksibilitas yang tinggi,” tambahnya.

Diketahui, kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00-11.40 Wita serta diikuti 78 partisipan.

 

Peliput : Yeremia Turangan

Editor : Andini Choirunnisa



Comments