Diskusi Himakom Bahas Konsentrasi Jurnalism: Seorang Jurnalis Harus Mau Belajar Hal Baru

Anastasya Lensun saat memberikan Materi Pertama

ACTA DIURNA, Fispol – Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi (Himakom) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, mengadakan Forum Diskusi tentang konsentrasi Ilmu Komunikasi via daring,  Jumat (16/7/2021).


Dengan mengangkat tema “Jurnalism vs Public Relation” diskusi ini membahas dua materi. dibawakan oleh Anastasya Lensun Jurnalis Kompas TV Manado dan Rezky Kumaat Jurnalis sekaligus owner Komunika Sulut.


Anastasya Lensun mengatakan, jurnalis itu harus mau belajar sesuatu yang baru dan punya kemampuan berkomunikasi yang baik juga mempunyai wawasan yang luas dan siap sedia.


“Jurnalis itu harus mau belajar sesuatu yang baru, punya kemampuan berkomunikasi yang baik, harus percaya diri, smart dan berpenampilan yang baik yang artinya sopan santun bahkan juga harus selalu update akan sesuatu yang baru terjadi. Jurnalis itu tidak boleh manja dan harus siap ditempatkan diamana saja dan tidak mengenal waktu harus siap sedia jika dipanggil untuk meliput berita” ungkap Jurnalis Kompas TV Manado.

Rezky Kumaat Saat Memberikan Materi Ke Dua

Pemateri kedua yang di bawakan Rezky Kumaat mengungkapkan bahwa menjadi seorang jurnalis memiliki keuntungan yang sangat bermanfaat mulai dari mendapatkan ilmu dan pengalaman baru. Juga mempunyai akses untuk bertemu dan berkomunikasi dengan orang penting.

“Setiap harinya seorang jurnalis akan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru mulai dari teori-teori, fakta-fakta di lapangan bahkan informasi eksklusif. Jurnalis punya akses satu pintu untuk bertemu dan berkomunikasi dengan orang-orang penting. Secara tidak langsung membantu pribadi jurnalis itu sendiri dan kita akan sangat mudah untuk membangun jaringan pertemanan di semua tingkatan kalangan masyarakat,” ungkap Rezky.

Rezky menjelaskan bahwa pendapatan jurnalis itu beragam karena ada banyak indikator yang mempengaruhi.

“Pendapatan jurnalis itu beragam. Mulai dari tidak ada gaji, 500 ribu sampai puluhan juta perbulan. Memang ada banyak indikator yang mempengaruhi itu, mular dari faktor media serta faktor wartawan itu sendiri. Dan juga banyak jurnalis yang memiliki pemikiran idealis yang berfokus untuk memperjuangkan hak masyarakata atau contohnya pers mahasiswa yang memperjuangkan hak mahasiswa,” jelas Owner Komunika Sulut.

Meilangsi sebagai penanggung jawab kegiatan, berharap forum diskusi ini dapat menambah wawasan bagi teman-teman yang natinya akan menentukan konsentrasi apa yang akan mereka pilih.

“Harapan saya semoga melalui kegiatan forum diskusi ini dapat menambah wawasan baru bagi teman-teman yang mengikuti nya, terlebih khusus bagi ade-ade angkatan 2019 sehingga mereka sudah bisa menentukan konsentrasi apa yang mereka minati (jurnalistik/publik relation) sesuai dengan kelebihan mereka masing-masing” ungkapnya.

Peliput : Ekleysia Werot

Editor : Cisilya Legarano

Comments