Webinar Fispol Unsrat Bahas 'Refocusing', Muryanto: Pembiayaan Yang Tidak Perlu Harus Dihilangkan

 
Johny Lengkong (kiri) 'Moderator', 
Bernhanrd Rondonuwu (tengah) & Michael Mamentu (kanan) 'Pembicara'
 
ACTA DIURNA, Manado - Dalam rangka memperingati Dies Natalis Ke-56, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, menggelar Webinar/Seminar Nasional dengan tema 'Menavigasi Refocusing Kebijakan Pemerintah di Era New Normal' pada Senin (9/11/2020).

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fispol Unsrat Dr. Drs. Novie Pioh, M.Si dan menghadirkan beberapa pembicara yang berkompeten, salah satunya Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si selaku Dekan Fisip Universitas Sumatera Utara (USU).

Dekan Fispol Unsrat, dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini dilakukan secara daring, dan secara langsung karena kedatangan tamu yang juga sebagai pembicara.

"Hal ini dilakukan karena kita kedatangan tamu Walikota Banjarbaru. Namun, kiranya tidak mengurangi nilai kebersamaan tapi justru makin mempererat hubungan terutama dengan Kota Banjarbaru," katanya.

Pioh mengungkapkan, tema kegiatan yang diangkat mengenai refocusing kebijakan ini adalah hal yang sangat penting.

"Dalam perkembangan dunia di saat Covid-19 ini, segala sesuatu berubah. Mengenai kebijakan pemerintah, terjadinya kegagalan dan kebingungan. Sehingga, jalan yang ditempuh adalah melakukan penyesuaian," jelasnya.
 
Materi Muryanto Amin & sebagian peserta webinar
 
Dalam penyampaian materinya, Muryanto Amin menyatakan tentang arti dari refocusing.

"Refocusing yang dimaksud di sini yaitu ada hal pembiayaan yang tidak perlu jadi harus dihilangkan. Ini kewajiban pemerintah untuk bisa membuat skema tertentu, agar masyarakat kembali mempunyai daya beli dan stimulus ekonomi bisa berjalan meskipun pelan tapi mempunyai kepastian," ungkapnya.

Dekan Fisip USU ini pun menambahkan dua hal yang diperlukan dan poin penting dalam refocusing.

"Refocusing itu perlu dua hal menurut saya, sistem gagasan dan memunculkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Ini harus dilakukan secara cepat. Refocusing itu poin pentingnya direncanakan, dikerjakan, kemudian dievaluasi secara konsisten. Itu prinsip refocusing program," pungkasnya.

Diketahui, pembicara yang hadir secara langsung di Fispol Unsrat:

- Dr. Bernhard E. Rondonuwu, S.Sos, M.Si (Pjs. Walikota Banjarbaru, Direktur Satuan Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Kemendagri RI)

- Dr. Drs. Michael Mamentu, MA (Kepala Pusat Studi ASEAN LPPM Unsrat)

Sementara itu, pembicara yang hadir secara daring:

- Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si (Dekan Fisip Universitas Sumatera Utara)

- Dr. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin (Pakar Kebijakan Publik Universitas Diponegoro)

(Brien Raintung)

 

Comments