TOMOHON, ACTA DIURNA – Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) St. Mikael Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado melaksanakan kegiatan Bina Iman di RBN Wale Ma'zani, Kabupaten Minahasa, Kota Tomohon, pada Jumat (6/9/2019) hingga Minggu (8/9/2019).
Bertemakan “Family, Togetherness and Grow Together in Catholic Faith,” kegiatan ditujukan untuk membentuk karakter mahasiswa katolik KMK Fispol yang beriman, berintegritas, berani dan tangguh untuk beraktivitas dalam kehidupan kampus –selain menjadi kegiatan seremonial menyambut mahasiswa baru angkatan 2019.
“Tujuan utama dari kegiatan ini yakni untuk menyambut mahasiswa katolik baru angkatan 2019, juga untuk menumbuh kembangkan iman kekatolikan dan mempererat tali persaudaraan antar seluruh anggota KMK Fispol. Kegiatan ini tentunya diharapkan dapat membentuk kader mahasiswa katolik yang beriman, berintegritas, berani dan tangguh dalam kehidupan kampus,” terang Ketua KMK Fispol, Meisy Lomboan, kepada pewarta ACTA DIURNA.
Menyoal tema kegiatan, Meisy menjelaskan esensi utama yang ingin diajarkan pengurus kepada para peserta melalui tema kegiatan yang telah disematkan. “Agar peserta dapat lebih mendalami arti iman katolik dan bisa mengerti arti etika serta moral sebagai mahasiswa baru. Sehingga bisa bersama-sama membangun KMK Fispol kedepannya,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua Panitia Bina Iman 2019, Vincensius Ngantung, memaparkan maksud dari tema kegiatan untuk menjawab persoalan sosial yang terjadi saat ini, yakni mahasiswa mulai apatis terhadap sesama. Sehingga, melalui kegiatan ini diharapkan bisa menanggulangi hal itu.
“Tema kegiatan yang memiliki arti Kekeluargaan, Kebersamaan, dan Tumbuh Bersama dalam Iman Katolik, dipilih karena seiring dengan perkembangan zaman milenial ini, sering mereka (mahasiswa, red) tidak saling peduli terhadap rekan-rekan mereka. Terutama yang seiman maupun yang berbeda iman dengan kami,” ungkapnya.
“Sehingga, dampak yang bisa ditimbulkan dari kegiatan ini kepada peserta adalah, mereka boleh menumbuhkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan dalam Keluarga Mahasiswa Khatolik. Begitupun dalam kehidupan beraktivitas mereka di luar dari Keluarga Mahasiswa Katolik,” pungkas Vincensius.
Adapun, salah seorang mahasiswa peserta Bina Iman 2019 mengutarakan kesan dan pesannya setelah mengikuti rangkaian kegiatan selama tiga hari tersebut. “Selama Bina Iman, saya merasa bahwa ini adalah pembinaan iman yang tepat. Dimana bukan hanya sekedar mendalami iman, tapi juga bagaimana kita memperkuat iman kita baik yang diwujudkan secara fisik maupun mental untuk siap menjadi seorang katolik yang sejati. Sehingga kita bisa lebih teguh dalam iman dan siap memikul salib kehidupan sebagai seorang katolik sejati,” tandas Ketua Mahasiswa Angkatan 2019, Agnes Laratmase.
Diketahui, terdapat beragam kegiatan yang dilaksanakan dalam Bina Iman 2019. Di antaranya adalah penerimaan materi, pendalaman iman katolik dan kegiatan kebersamaan antara seluruh anggota KMK Fispol yang melibatkan mahasiswa baru, senior maupun alumni.
Sejumlah materi tematik pun disajikan kepada 38 mahasiswa peserta Bina Iman 2019, yakni Sejarah KMK yang dibawakan oleh Ketua KMK Fispol, Meisy Lomboan; Apa Itu Katolik dan Apa Itu Iman Khatolik oleh Fr. Stevanus Micky Kojongian; Etika dan Sikap Moral dalam Kehidupan Kampus oleh Dra. Selvi Rumampuk, M.Si; dan Menumbuhkan Iman Katolik di Era Milenial oleh Gabriel Toang. (Redaksi)
Peliput: Veronika Anthony/Regina Pandeinuwu
Editor: Rezky Kumaat

Viva kmk fispol unsrat ♥️💞
ReplyDelete