Wal Ikram Kapiso Jabat Ketum Badan Tadzkir Fispol 2019-2020


 
Wal Ikram Kapiso (abu-abu/tengah). 

FISPOL, ACTA DIURNA – Badan Tadzkir (BT) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado telah selesai menyelenggarakan Muktamar ke-26 pada Senin dini hari (19/8/2019). Setelah berlangsung selama tiga hari di Aula Fispol, kegiatan berakhir dengan terpilihnya Wal Ikram Kapiso sebagai Ketua Umum BT periode 2019-2020.

Kepada ACTA DIURNA, Ikram menjelaskan secara singkat poin-poin visi dan misi yang akan diaktualisasikan selama masa kepengurusannya berlangsung.

“Visi saya adalah menuju eksistensi Badan Tadzkir. Penjabarannya ada dalam misi saya, yang pertama adalah harmonisasi anggota Badan Tadzkir dan kedua adalah mengoptimalkan kinerja Badan Tadzkir. Jadi sebelum kita bekerja, harus ada harmonisasi terlebih dahulu dan seluruh anggota harus solid. Setelah ada harmonisasi, barulah kinerja yang kita optiomalkan. Kinerja akan optimal jika terjadi kerja sama yang baik, maka setelah itu akan terciptalah eksistensi dari Badan Tadzkir,” ujar mahasiswa semester 5 di Jurusan Administrasi Negara Fispol Unsrat itu.

“Program kerja BT telah diatur dalam musyawarah dan sudah ditetapkan. Tapi, ada yang namanya rapat kerja yang nanti akan mengatur teknis kegiatannya. Program yang pertama adalah pengkaderan, yang kita kemas dalam kegiatan forum motivasi kesadaran iman. Itu adalah program pertama yang harus dijalankan,” jelas Ikram.

Sementara itu, Ikram mengajak seluruh mahasiswa baru yang beragama muslim supaya bisa bertumbuh bersama di BT Fispol. “Bagi seluruh mahasiswa baru angkatan 2019, mari sering-sering ke BT. Kita adalah keluarga dan ini adalah rumah kita di dalam kampus. Mari kita berbagi kebersamaan disini dan saling mempererat tali ukhuwah islamia dalam Badan Tadzkir. Kami adalah wadah bagi mahasiswa muslim dalam mengaktualisasikan diri di Badan Tadzkir,” seru Ikram.

Disisi lain, Demisioner Ketua BT Fispol periode 2018-2019, Mohammad Agung Husein, menilai Ikram memang layak untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di organisasi tersebut. Agung juga mengharapkan yang terbaik bagi seluruh pengurus baru BT dalam menjalankan roda organisasi kedepan.

“Mengenai kapabilitas, Ikram sudah cukup banyak ditempa di beragam posisi kepanitiaan dan dalam pelaksanaan kegiatan. Saya rasa Ikram juga mampu mengcover dan merangkul teman-teman angkatannya. Jadi kami sudah cukup menilai dan melihat kemampuan serta kualitas Ikram. Sehingga kami rasa dia bisa mampu untuk memimpin Badan Tadzkir kedepannya,” akui Agung.

Karena yang menjalankan roda kepengurusan selanjutnya adalah angkatannya Ikram, lanjut Agung, maka apa yang menjadi kekurangan di kepengurusan saya kiranya bisa mejadi perhatian lebih di kepengurusan tahun ini. Kiranya kekurangan-kekurangan itu bisa diperbaiki, agar kedepan BT bisa menjadi lebih baik lagi. 

Setiap permasalahan yang mungkin terjadi di organisasi ini harus dipecahkan bersama-sama. Karena Badan Tadzkir tidak hanya berbicara soal siapa Ketua Umumnya, tapi soal bagaimana semua bisa saling berkoordinasi dan bekerja sama dengan baik. Itu yang paling inti sebenarnya, tandas Agung.

Diketahui, hasil Muktamar ke-26 telah melalui proses pertimbangan, seleksi dan hasil mufakat seluruh pengurus inti, para senior dan mahasiswa angkatan 2017 yang ada di BT. Sehingga, hasil tersebut telah terbilang sah secara administratif dan organisasi. (Redaksi

Peliput: Mufti Dudokia
Editor: Eklesia Paat/Dhiva Citraningtyas/Regina Pandeinuwu

Comments

Post a Comment