![]() |
| Wagub Sulut dan Rektor Unsrat. (Foto Dokumentasi Unsrat) |
UNSRAT, ACTA DIURNA – Sebanyak 1.143 mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado resmi
dikukuhkan menjadi sarjana pada Kamis (15/8/2019). Berlangsung di gedung
auditorium Unsrat, prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Dr. Ir.
Ellen Joan Kumaat, M.Sc, DEA, dengan ditemani Wakil Gubernur Sulut, Drs. Steven
Octavianus Estefanus Kandouw.
Dalam sambutannya, Prof. Kumaat, menginginkan agar sarjanawan bisa
mengaplikasikan segala ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah,
baik akademik maupun non akademik semuanya harus digunakan untuk kemanusiaan.
“Para lulusan harus berbangga. Karena kalian tidak hanya dibekali dengan
keahlian kerja, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan
zaman. Dengan menimba ilmu di Unsrat yang selalu menghargai keberagaman,
universitas ini telah mencetak banyak pemimpin yang berwawasan global. Namun
tetap menjunjung tinggi budaya serta nilai-nilai kemanusiaan yang merupakan
Pancasilais sejati,” tutur Rektor Unsrat.
“Jagalah nama baik almamater kalian dengan cara mempersembahkan
karya-karya pengabdian yang terbaik bagi masyarakat luas. Jangan pernah
berhenti mengembangkan kemampuan diri sekaligus memotivasi orang lain untuk
bangkit dari keterpurukan,” tambah Srikandi Unsrat itu.
Kedepannya, Unsrat akan terus berbenah diri agar bisa mencetak produk
akademik dan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga bisa bermanfaat
bagi bangsa. “Dalam mengimplementasikan Tri Dharma perguruan tinggi, Unsrat
terus menargetkan pemeringkatan universitas melalui penambahan jumlah prodi
terakreditasi A, peningkatan jumlah publikasi ilmiah internasional serta
peningkatan produk intelektual yang unggul dan bermanfaat bagi kesejahteraan
masyarakat dan bangsa,” tandas Prof. Kumaat.
Sementara itu, Steven Kandouw berpesan agar para sarjanawan mau untuk
terus belajar, karena kesuksesan juga ditentukan oleh bekal ilmu yang mereka
miliki. “Untuk para wisudawan, jangan pilih-pilih pekerjaan. Juga jangan pernah
berhenti belajar, karena seribu langkah dimulai dari satu langkah,” ucapnya.
Wagub Sulut juga mengharapkan agar para sarjanawan tidak menyesatkan
masyarakat dengan ilmu yang mereka miliki, tapi sebaliknya. Masyarakat harus
diedukasi supaya dapat merubah kehidupan mereka menjadi lebih baik dari ilmu
yang diberikan.
“Mengutip penulis buku Julian Benda dalam bukunya tentang Penghianatan
Kaum Cendekiawan. Disitu menggambarkan kaum cendekiawan yang selalu bergulat
dengan wacana. Kaum cendekiawan diharapkan mampu memberikan pencerahan bagi
kehidupan masyarakat, bukan justru mempersulit hidup masyarakat yang tak
tercerahkan. Itu merupakan ikhtiar bagi kalian para kaum cendekiawan,” kutip
Steven Kandouw.
“Sebagai seorang intelektual, kalian akan berdosa jika berkhianat kepada
masyarakat. Kalian juga berdosa besar jika mengetahui sebuah kebenaran
(memiliki ilmu, red) tetapi takut ataupun tidak mau menungkapkan kebenaran
tersebut,” tutup Wagub Sulut.
Diketahui, sebanyak 1.143 sarjanawan yang mengikuti Upacara Wisuda Unsrat
Periode I Tahun Akademik 2019/2020 terdiri dari jenjang Program Doktor,
Magister, Program Pendidikan Dokter Spesialis 1 (PPDSp1), Profesi dan Sarjana
(1), yang berasal dari sebelas fakultas dan Pasca Sarjana yang ada di Kampus Si
Tou Timou Tumou Tou itu. (Redaksi)
Penulis: Rezky Kumaat

Comments
Post a Comment